Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts

23 July 2012

Humor Kisah Nyata: Kisah Lucu Sebelum Pernikahan Syahrul Dodol



Humor Kisah Nyata: Kisah Lucu Sebelum Pernikahan Syahrul Dodol.


Humor: Big Cola
Satu hari sebelum pernikahan Syahrul, Ane dan teman2 berkumpul didepan rumah Syahrul untuk menghias Buket Sayuran dan Kosmetik. Dasar tuan rumahnya (Syahrul) jahil, Dia mengeluarkan minuman BIG COLA, tp salah satu dari Big Cola tersebut isinya sudah Dia ganti dengan Kuah Pempek (pedas). Sasarannya si Budi Bulle, tp yg kena malah si Yudi. Kebetulan Dia (Yudi) ada di samping Ane, begitu Dia minum Big Cola yg isinya Kuah Pempek Dia komentar ke Ane (tapi suaranya terdengar kesemua orang).
Yudi: "Ko ginian (Big Cola) rasanya pedes kaya kuah pempek ya ?
Kontan semua yg ada di situ tertawa terbahak2.
Syahrul dan Anak2: Ha...ha...ha....

21 July 2012

Kisah Abu Nawas: Khutbah Shalat Jumat



Kisah Abu Nawas:  Khutbah Shalat Jumat. Kisah Abu Nawas kali ini akan menceritakan tentang khutbah shalat Jumat yang bertopik Api Neraka.

Api Neraka
Abu Nawas dikenal sebagai mubaligh oleh tetangga dan warga sekitarnya, dan tak jarang ada orang yang berkunjung ke rumahnya hanya sekedar bersilaturrahmi dan meminta petunjuk agar usaha yang dijalankannya berjalan lancar dan diridhai Allah SWT.

Namun satu hal pesan dari Abu Nawas ini, bahwa Abu Nawas tak bisa memberikan janji, hanya saja dirinya mengingatkan agar selalu ingat kepada Allah SWT dengan jalan bersedekah.

Hari Jumat telah tiba, Abu Nawas yang ditunjuk menjadi imam sekaligus khatib untuk memberikan ceramah pun bersiap berangkat ke masjid.
Abu Nawas segera mandi dan berpakaian rapi.
Setelah berpamitan dengan istrinya, Abu Nawas lalu melangkahkan kakinya menuju masjid.

Tak lama kemudian, terdengar

19 July 2012

kakek2 ngerokok petasan..

18 July 2012

Humor Dokter: Dokter Aku Sekarat

Humor Dokter


Humor Dokter: Dokter Aku Sekarat
Dokter,  Aku Sekarat. Siang-siang waktu istirahat, seorang dokter dikejutkan oleh seseorang yang menangis tersedu-sedu sambil berkata "Saya tidak mau mati, Dokter".
Merasa kasihan dengan orang itu, sang dokter merelakan waktu istirahat siangnya. Lalu dokter itu berkata " Ada apa? coba ceritakan masalahmu!"
Lalu dengan tersengguk-sengguk pasien itu berkata, "Dokter, jika saya menyentuh bagian

17 July 2012

Kisah Abu Nawas: Jumlah Bintang di Langit



Kisah Abu Nawas: Jumlah Bintang di Langit 





Pada suatu hari, ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Tak jelas apa yang menuntun ketiga orang bijak tersebut hingaa sampailah mereka pada suatu hari di desa Abu Nawas tinggal.


Tanpa basa-basi lagi, dengan alasan waktu yang sangat mendesak, ketiga orang tersebut meminta beberapa warga untuk mengajukan diri agar mau

16 July 2012

Kisah Abu Nawas: Malu Kepada Pencuri


Kisah Abu Nawas: Malu Kepada Pencuri
Kisah Abu Nawas: Malu Kepada Pencuri. Kali ini menyajikan kisah tentang sikap Abu Nawas dalam menghadapi pencuri. Abu Nawas yang kesehariannya hidup pas-pasan, masih ada didatangi oleh pencuri, mau mencuri apa ya si pencuri ini.
Suatu malam seorang pencuri telah membobol rumah Abu Nawas, dan beruntung, Abu Nawas melihatnya.
Tapi karena malu, Abu Nawas langsung bersembunyi di dalam sebuah kotak besar yang terletak di sudut ruangan.


Abu Nawas diketahui oleh semua orang memang memiliki

15 July 2012

Kisah Abu Nawas: Memeras Pemeras


Kisah Abu Nawas: Memeras Pemeras

Kisah Abu Nawas: Memeras Pemeras.
Kisah Abu Nawas kali ini mencoba menyuguhkan tentang cara Abu Nawas untuk memeras pemeras, seorang pegawai pemerintah yang telah berani mencoba memeras Abu Nawas.
Jangan ditiru ya tabiat dari pegawai pemerintahan yang satu ini.


Kisahnya..
Al Kisah pada waktu itu banyak sekali rakyat jelata yang ingin mendapatka hadiah besar dari Sang Raja.
Karena sudah menjadi aturan kerajaan, bagi siapa saja yang bisa membawakan berita bagus untuk Raja, maka ia akan mendapat

14 July 2012

Kisah Abu Nawas: Menilai Syair

Suatu hari Abu Nawas disuruh permaisuri memberi penilaian tentang syair karya putranya yang bodoh dan pemalas.
Karena obyektif, Abu Nawas pun menilai kalau karya sastranya jelek.
Mendengar hal itu, putra permaisuri marah dan memenjarakan Abu Nawas.

Kisahnya...
Baginda Raja Harun Al Rasyid mempunyai dua orang putra dari permaisurinya.
Putra pertama bernama Al Amin dan putra kedua bernama Al Makmun.
Al Amin ternyata sangat bodoh dan pemalas, sedangkan Al Makmun terkenal rajin dan pintar dalam ilmu dan sastra.

Raja sangat menyukai Al Makmun karena kecerdasannya tersebut, dan tentu saja ini membuat sang permaisuri tidak suka lantaran sang raja dianggap pilih kasih.
Padahla kduanya kan sama putranya.
"Suamiku, kenapa Anda tidak begitu menyayangi Al Amin," tanya permaisuri Zubaidah.
"Karena ia tidak bisa membuat syair dan tidak kenal sastra," jawab baginda raja.
"Suamiku, sebenarnya kalau mau, Al AMin akan menguasai ilmu sastra daripada saudaranya.
Sebenarnya ia lebih cerdas, ia hanya malas saja," kata permaisuri.
"Kalau begitu biar besok aku panggil Abu Nawas untuk menguji syairnya," tambahnya.

Syair Yang Buruk.
Pagi buta Abu Nawas sudah muncul di istana memenuhi panggilan sang permaisuri.
"Abu Nawas, coba kamu dengarkan karya syair putaku ini," kata sang permaisuri dengan bangga.

Al Amin lalu membacakan beberapa bait syair sebagai berikut,
"Kami adalah keturuna Bani Abbas, kami duduk di atas kursi."

Abu Nawas hampir tidak kuat menahan tawanya mendengar syair tersebut.
"Bagaimana," tanya Al Amin kepada Abu Nawas.
"Syair macam apa itu," jawab Abu Nawas.

Al Amin marah sekali mendengar cemooh Abu Nawas tersebut.
Ia lalu menyuruh seorang pasukan istana untuk menangkap dan memasukkan Abu Nawas ke dalam penjara.
Selama beberapa hari Abu Nawas tidak pernah muncul di istana, sehingga Raja Harun Al Rasyid merasa rindu.
Belakangan, raja mendengar kabar bahwa Abu Nawas dimasukkan penjara oleh Al Amin.
Ia kemudian mengajak putranya itu ke penjara untuk menjenguk Abu Nawas.

"Kenapa kamu memenjarakannya," tanya Baginda kepada Al Amin sambil menceritakan apa yang terjadi.
"Yang sangat menyakitkan ia telah bernai mencemooh syair karyaku, ayahanda," kata Al Amin.
"Tentu saja karena memang karya syairmu jelek.
Dia itu kan memang seorang penyair hebat, jadi bisa menilai mana karya syair yang bagus danyang tidak bagus," kata sang Raja menasehati.
"Baik, kalau begitu beri lagi aku kesempatan untuk memperbaiki karya syairku," kata Al Amin sambil beranjak pergi.

Memilih Penjara.
Untuk kedua kalinya, Al Amin pergi untuk mengasah syairnya.
Esoknya, pagi-pagi sekali baginda raja Harun Al Rasyid, Abu Nawas dan beberapa penyair sudah berada di istana.
Rupanya pertemuan itu sudah diatur oleh permaisuri Zubaidah.

Ia ingin mereka mendengarkan karya syair putranya yang baru saja pulang mendalami ilmu sastra.
Al Amin pun mulai membaca karya syairnya,
"Hai binatang yang duduk bersimpuh, rasanya tidak ada yang setolol kamu, kamu seperti hidangan yang diolesi minyak sapi kental, seperti warna seekor kuda belang."

Begitu selesai mendengar syair tersebut, Abu Nawas langsung bangkit dan hendak berlalu dari tempatnya.
"Kemana kamu, Abu Nawas?" ytanya raja Harun Al Rasyid.
"Aku lebih suka balik ke penjara saja daripada mendengar syair macam ini.
Toh sebentar lagi putramu ini pasti akan menyuruh polisi untuk membawaku ke sana," jawab Abu Nawas.

Raja pun tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawaban Abu Nawas itu.
Sementara sang permaisuri Zubaidah hanya bisa duduk bengong.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah Abu Nawas yang satu inia dalah:
Setiap orang tua tidak boleh pilih kasih kepada anak-anaknya.
Orang yang berilmu tinggi sudah seharusnya memberi pelajaran kepada orang yang bodoh, dan bukannya malah mencemooh.
Setiap masalah bisa diselesaikan dengan cara bijak dan kekeluargaan, jangan asal ambil cara hukum yang didahulukan.

26 October 2011

Humor Keluarga: Salah Mengirim Email

Humor Keluarga: Salah Mengirim Email
Humor Keluarga: Salah Mengirim Email
Sepasang paruh baya suami dan istri yang baik dari para profesional merasa lelah dengan hiruk pikuk ibukota. Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali, Indonesia. Mereka akan menempati kembali kamar hotel yang sama dengan dia ketika bulan madu saat mereka menikah 30 tahun lalu. Karena istrinya belum libur bekerja , sang suami harus terbang lebih dulu dan istrinya baru terbang pada hari berikutnya. Setelah memeriksa ke dalam hotel di Bali, sang suami mendapati pesawat komputer yang terhubung ke internet telah terpasang di kamarnya. Untungnya  ia mencatat e-mail  istrinya satu hari yang lalu. Sayangnya, ia salah mengetik alamat e-mail dari istrinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia tetap mengirimkan e-mail.
Di tempat lain di daerah Cinere, seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru saja meninggal. Setiba di rumah, ia langsung memeriksa e-mail untuk membaca ucapan-ucapan belasungkawa. Baru saja selesai membaca e-mail pertama, ia langsung roboh tak sadarkan diri. Anak sulungnya yang terkejut kemudian membaca e-mail (tak lama kemudian jatuh pingsan juga), yang berbunyi:

To: Istriku tercinta.Subject: Papa sudah sampai Mah!

09 October 2011

Kisah Abu Nawas: Mencari Kambing Untuk Nazar

Mencari Kambing Untuk Nazar.



Kisah Abu Nawas: Mencari Kambing Untuk Nazar.Sekali lagi kisah Abu Nawas tidak ada habisnya untuk dibaca, itu karena sebagai Abu Nawas yang sangat pintar. Seperti kisah berikut, yang kecerdikan Abu Nawas diuji oleh teman lama Abdul Hamid. Dia telah meminta bantuan kepada Abu Nawas dalam hal mencari besarnya kambing jantan dengan tanduk satu jengkal untuk memenuhi janji (nazar) Abdul Hamid. Kisahnya ... Dahulu di Negara Persia hiduplah seorang pria bernama Abdul Hamid AL Kharizmi. Orang ini adalah seorang pedagang kaya di daerahnya. Tapi sayangnya, dia belum juga dikaruniai anak meskipun pernikahannya telah mencapai usia lima tahun. Suatu hari, setelah shalat Ashar di masjid, ia bersumpah, "Oh Tuhan ... jika Anda memberi saya seorang anak, maka akan kusembelih seekor kambing yang memiliki  tanduk satu jengkal tangan manusia."
Tanpa diduga, setelah dia pulang dari masjid, istrinya disebut Zazariah berteriak, memeluk dia ketika Abdul Hamid mencapai pintu depan rumah, "Wahai suamiku ... Ternyata Tuhan telah menjawab doa-doa kita selama ini, aku hamil, "kata istrinya. Suami istri itu sangat bahagia. Abdul Hamid sangat menyukai dan perhatian kepada istrinya saat dia hamil. Setelah sembilan bulan, dia akhirnya melahirkan seorang anak yang lucu bernama Abdul Hafiz. Beberapa minggu setelah kelahiran anaknya, ia ingat sumpah yang diucapkan di masjid pertama, yang menyembelih seekor kambing yang memiliki  tanduk satu jengkal tangan manusia. Tapi setelah melihat ke segala penjuru, kambing yang dicari tidak terpenuhi juga. Ia merenung, dan tiba-tiba ia ingat teman lamanya dengan nama Abu Nawas, seorang teman yang sangat pintar. Dia memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan Abu Nawas. Setelah beberapa hari pencarian, anak buah Abdul Hamid menemukan rumah Abu Nawas. Abu Nawas adalah orang yang sangat terkenal di masanya.

 Sesampainya di rumah Abu Nawas, Anak buah Abdul Hamid mengatakan kejadian yang dialami oleh  majikan. "Oke, aku akan pergi ke sana", kata Abu Nawas kepada bawahan Abdul Hamid. Abu Nawas berangkat dengan anak buahnya Abdul Hamid, meskipun dia belum menemukan alasan untuk memecahkan masalah yang dialami oleh sahabatnya. Sesampainya di Persia, Abu Nawas disambut oleh Abdul Hamid dan istrinya. Setelah menjelaskan masalah yang terjadi padanya, Abu Nawas berkata, "Beri aku semalam untuk berpikir Besok pagi saya akan memberikan jawabannya.." Setelah itu Abu Nawas diizinkan untuk beristirahat di kamarnya. Sepanjang malam ia tidak bisa tidur, untuk menemukan rasa jawabannya akan diberikan kepada temannya di pagi hari. Setelah beberapa jam memeras otak, akhirnya ia tidur nyenyak malam itu, yang menunjukkan bahwa jawabannya telah dia temukan. Keesokan paginya, Abu Nawas meminta agar Abdul Hamid memerintahkan bawahannya untuk mempersiapkan seekor kambing di kebun belakang rumah pada tengah hari. Abu Nawas mengatakan akan memberikan kejutan untuk temannya, Abdul Hamid. Saat matahari berada tepat di atasnya, Abu Nawas mengundang  Abdul Hamidpergi ke kebun rumahnya. "Saya telah menemukan kambing yang Anda cari," kata Abu Nawas. Wajah Abdul Hamid kaget dan bingung tidak mengerti, karena kambing yang diperoleh Abu Nawas hanyalah kambing biasa, ia mulai berpikir bahwa tanduk kambing itu tidak satu jengkal tangan manusia.Hatinya mulai sedih. "Nah teman saya, sekarang Anda dapat melaksanakan nazarmu untuk menyembelih seekor kambing yang memiliki tanduk sepanjang satu jengkal tangan manusia," kata Abu Nawas. "Tapi bukankah tanduk kambing itu sama dengan tanduk kambing lain, tidak satu jengkal tangan manusia," kata Abdul Hamid ragu.

Kemudian Abu Nawas mengatakan kepada Abdul Hamid untuk mengambil anaknya . Setelah Abdul Hamid memberikan putranya, Abu Nawas lalu mengukur tanduk kambing dengan tangan bayi tersebut, lalu menunjukkan kepada Abdul Hamid. "Nah ... sekarang Anda dapat membayar nazarmu kepada Allah S.W.T. bukan?" kata Abu Nawas. Abdul Hamid tersenyum puas dengan jawaban yang diberikan oleh Abu Nawas. Nazar akhirnya bisa dipenuhi, betapa senangnya Abdul Hamid dan istrinya dapat memenuhi janji mereka.
Sumber: http://anakedoya.blogspot.com/

03 October 2011

Humor: Kejadian Lucu ditempat Pemandian Sauna

Humor: Kejadian Lucu ditempat Pemandian Sauna
Mandi Sauna

3 Orang tengah terdiam menikmati kehangatan sauna, yaitu orang dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, ..bip,...bip,....bip... Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se 'sauna' nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.
"Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat , SMS nya langung tampil ditelapak tangan saya,..." ujar si Amerika ketika melihat kedua rekannya bengong.
Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya, "Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP" kata si Jepang.
Melihat semua itu, orang Indonesia mulai gugup, Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini? pikirnya. Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi.
Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya.
Dengan keheranan orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas 'sisa' tsb dan berkata: "Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda...?"
"Oh maaf, saya baru terima Fax.." jawab orang Indonesia tersebut.

Sumber: http://www.lokerseni.web.id/

02 January 2011

Humor Guru: Hewan Macan



Hewan Macan
Guru: "Anak-anak, Indonesia terletak antara dua samudra dan dua ...?
Siswa: " . ... Benua !!!" 
Guru: "Salah Indonesia yang sebenarnya terletak di antara dua samudera dan dua-duanya sangat dalam ...!"
Guru: "Ik
an paus hewan mamalia,  buaya  hewan reptil, kambing hewan herbivora Sementara harimau adalah hewan. .... ?
Murid: carnivora !!!"
Guru: "Salah ..!!!",  Macan adalah hewan yang sangat menakutkan ... "! 
Murid: ??? : - /